Kamis, 15 Juli 2010

Tak ternilai


Wireloverz,

Seorang peserta kursus yang datang pada pertemuan kedua bercerita dengan penuh  semangat bahwa selama seminggu ini dia berlatih keras membuat komponen-komponen yang diajarkan pada pertemuan pertama. Dia berusaha keras agar hasilnya semakin bagus (bahkan saya lihat dia juga berhasil membuat bentuk-bentuk baru yang unik dan indah).

Dari ceritanya saya bisa merasakan betapa selama proses kreatifitas itu berlangsung dia merasa sangat excited. Dia menikmati saat-saat berkreasi  dengan segala kesulitan, ketidakmengertian, kekesalan, kegembiraan, kegairahan, yang akhirnya berujung pada kepuasan dan kebanggaan karena ia bisa membuat sesuatu dan berhasil melewati proses yang panjang dengan pengorbanan yang tidak sedikit, waktu makan dan tidur yang terlewatkan, keringat dan darah yang mengucur karena tertusuk kawat, sekian rol kawat yang terbuang, juga sekian rupiah yang dihabiskan...

'Sebenarnya saya malu nyeritain ini mba, tapi saya seneng banget. Mungkin mba  ngetawain saya, masak bikin bentuk sederhana aja perlu waktu sampe seminggu dan ngabisin 3 roll kawat.. kalo mba yo bikin sesuatu yang baru pasti lebih cepet ya, gak perlu waktu seminggu... hehe'

Saya tersenyum tapi tidak mengiyakan kalimat terakhirnya. Karena untuk sebuah kreasi baru saya perlu waktu eksperimen jauh lebih lama, perlu kawat lebih banyak, juga perlu melewati lebih banyak kesulitan  karena berbagai keterbatasan yang saya miliki. Tetapi saya sangat menikmati proses itu. Karena ada banyak nilai di sana. Saya bisa belajar kesabaran, kegigihan, kegairahan, pantang menyerah, semangat, berkompromi dengan berbagai keterbatasan, belajar menghargai, mengatur waktu, dan masih banyak lagi. Maka ketika sebuah kreasi tercipta ‘harga’nya menjadi tak ternilai bagi saya.

Dua jempol saya berikan untuknya

Meski baru mulai belajar tapi dia sudah berusaha tidak sekedar mengulang tapi berusaha membuat sesuatu yang baru sesuai kemampuannya.

Semoga semangatnya dapat menjadi inspirasi buat kita semua..

keep uwer2 ya..