Senin, 03 September 2007

Gigi binatang, telur kadal dan tulang belulang


Manik-manik telah dikenal umat manusia di dunia termasuk di Indonesia sejak masa prasejarah, sekitar 38.000 tahun SM.
Pada awalnya manusia gua membuat manik-manik dari tumbuh-tumbuhan, tulang dan geligi binatang.
Bahkan bangsa Indian menggunakan manik-manik yang dibuat dari telur kadal untuk bekal kubur.

Kemajuan peradaban membuat manik-manik pun semakin berkembang.
Bahannya tidak lagi hanya dari tumbuhan dan tulang tetapi juga dari batu-batuan, mineral kuarsa (kalsedon, oniks, kristal), kaca, tanah liat, logam, dsb.

Penggunaan manik-manik hampir menyeluruh dalam berbagai segi kehidupan.
Selain sebagai perhiasan dan keperluan sehari-hari (tas, pakaian) manik-manik juga digunakan untuk keperluan keagamaan (tasbih), alat hitung (sempoa), sampai sebagai bekal kubur.
Bahkan bagi masyarakat tertentu dipandang sebagai status sosial pemiliknya.

Pada jaman sekarang, manik-manik telah mengalami kemajuan yang sangat pesat baik dari segi bahan maupun teknik pembuatannya.
Manik-manik telah memasuki masa yang berhubungan erat dengan perputaran ekonomi masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar